Wednesday, August 13, 2014

Lanjutan list anime keren...

1. Shingeki no Kyojin
Sempat berpikir anime ini aneh karena misi tokoh utamanya melawan raksasa/kyojin, tapi setelah menonton episode pertama, langsung penasaran dengan episode selanjutnya. :3. Anime ini bertokoh utama seorang remaja pria bernama Eren Jaeger, Eren punya saudari angkat bernama Mikasa Arckermen. Mereka tinggal di dalam kota yang dikelilingi oleh tembok tinggi agar terhindar dari serangan para raksasa pemakan manusia. Sejak kecil Eren bercita-cita jadi pemburu raksasa, dengan cara bergabung dengan kelompok militer berlambang sayap kebebasan. Eren memang tidak jenius bertarung seperti Mikasa, tapi ia punya tekad kuat. Sayangnya orangtua Eren menentang cita2nya. Tapi semua berubah sejak raksasa berhasil melumpuhkan tembok Maria, tembok pertama yang mengelilingi kota tempat tinggal Eren. Serangan para raksasa membuat kota porak poranda, dan menelan banyak korban, termasuk ibu Eren. Eren menyaksikan dengan mata kepalanya  sendiri saat raksasa memakan ibunya. Kejadian yang tidak akan dilupakan Eren seumur hidup dan merubah seluruh hidupnya. Kelebihan dari anime ini, pertarungannya keren dan menegangkan, terutama untuk para petarung yang memiliki kemampuan di atas rata-rata (seperti Mikasa dan Levi—kapten muda kelompok pengintai). Hanya saja untuk beberapa episode awal, banyaknya adegan percakapan membuat anime ini sedikit monoton.

2. Sword Art Online
Anime dengan genre action, romance, dan pasti digemari oleh pecinta game online. Tokoh utama seorang remaja pria bernama Kirito. Kisah dimulai ketika Kirito dan para pecinta game online memainkan game baru bernama SAO. Permainan yang menggunakan semacam alat yang membuat jiwa pemainnya seolah masuk ke dalam dunia game. Mereka yang masuk ke dalam SAO tidak bisa keluar lagi kecuali berhasil melaksanakan misi mengalahkam bos di tiap lantai (lantai ada 100). Kirito memulai petualangannya dan bertemu banyak teman seperjuangan, salah satunya dengan Asuna, seorang pendekar wanita yang tangguh. *saat menulis resensi ini, saya baru menonton sampai episode 6. Sejauh ini, anime SAO cukup keren, dan layak untuk ditonton.

3. Sukite Iinayo
Kali ini anime dengan genre shoujo, slice of life, romance. Tokoh utama seorang siswi sma bernama Mei Tachibana. Mei gadis pemalu dan tidak populer, cenderung penyendiri. Hidupnya berubah setelah sebuah insiden yang mempertemukannya dengan Yamato, cowok tampan populer idola para siswi. Sejak pertemuan pertama, bisa dibilang Yamato naksir Mei. Mei satu-satunya cewek yang melihatnya bukan karena wajah dan kepopulerannya. Yamato akhirnya berhasil menaklukan hati Mei, dan drama percintaan yang diwarnai konflik pun dimulai. Yang paling saya suka dari anime ini, cinta Yamato yang tulus pada Mei sangat menyentuh hati :3

4. Tonari no kaibutsu kun
Anime dengan genre komedi romance yang lumayan kocak. Tokoh utamanya seorang cewek antisosial yang hanya tertarik dengan belajar dan seorang cowok biang onar yang sebenarnya jenius. Mereka dipertemukan oleh sebuah surat panggilan yang dititipkan pada Shizuku (si cewek tokoh utama) oleh wali kelas untuk Haru. Awalnya Shizuku sangat membenci Haru, tapi kepolosan Haru akhirnya berhasil menaklukkan hatinya. Yang menarik dari anime ini adalah jalan cerita yang sederhana, dan unsur komedi yang mewarnainya.

5. Diary Life of Highschool Boy
Kombinasi yang mempertemukan unsur komedi dan slice of life. Dengan tokoh utama 4 cowok SMA yang memiliki kepribadian seperti remaja cowok pada umumnya (tentang sekolah, cara menggaet cewek impian, dunia game, dll). Tiap episode dibagi menjadi beberapa episode mini, dengan tema cerita kegiatan sehari-hari. Ke-simple-an cerita dan unsur komedi kental yang membuat anime ini recommended dan layak tonton.

6. Free!
Anime dengan genre persahabatan para cowok klub renang yang mimiliki nama seperti nama perempuan. Cowok-cowok itu bernama Haruka, Makoto, Rei, Nagisa, dan Rin. Keempat nama pertama bersekolah di sekolah yang sama (Iwatobi), sedangkan Rin teman mereka sejak kecil yang bersekolah di tempat lain. Tidak ada unsur romance dalam anime ini, anime ini lebih menekankan pada kompetisi dan persahabatan. Anime ini terdiri atas 2 season. Season kedua sedang airing.

7. Barakamon
Bagi pencinta anime bergenre slice of life dan komedi, anime ini sangat layak untuk ditonton. Tokoh utama seorang guru kaligrafi muda yang sedang belajar memperbaiki teknik kaligrafinya di sebuah desa yang jauh. Handa Sensei, begitu penduduk desa memanggilnya. Awalnya Handa seorang pemuda egois yang pemarah, tapi berkat penduduk desa yang baik, meskipun kadang menjengkelkan (terutama geng bocah-bocah kecil yang sering kali bermain ke rumahnya), sedikit demi sedikit Handa mulai merubah sifat buruknya. Anime ini masih airing..

8. Gekkan Shoujo Nozaki-kun
Anime ini bergenre slice of life, komedi dan romance. Cerita bermula dari kesalahpahaman si tokoh utama dalam mengutarakan perasaan suka pada Nozaki si cowok yang ternyata diam-diam membuat manga shoujo (manga yang biasa dibaca oleh kaum perempuan). Nozaki menganggap Sakura menyukai karyanya, bahkan meminta Sakura bekerja sebagai asistennya dalam membuat manga. Unsur komedi dalam anime ini lumayan lucu. Sampai resensi ini ditulis, anime ini masih airing..

9. Ao Haru Ride
Tahu anime ini, berawal dari manga dengan judul yang sama. Anime ini bergenre school, slice of life dan tentu saja romance. Tokoh utama seorang cewek bernama Yoshioka Futaba dan seorang cowok bernama Tanaka/Mabuchi Kou. Futaba dan Kou pernah saling menyukai ketika masih sekolah di SMP yang sama, namun karena kesalahpahaman dan kepindahan Kou secara mendaadak, perasaan suka mereka tidak tersampaikan. Kisah ini berlanjut saat mereka kembali dipertemukan di sebuah SMA yang sama. Dan lagi-lagi, status anime ini masih airing..

10. Ore no Imoto ga Konna ni Kawaii
Anime dengan judul yang cukup panjang. Bercerita tentang hubungan persaudaraan antara kakak adik yang buruk, kemudian membaik, bahkan saling mencintai (untuk opsi terakhir ini saya merasa tidak rela mereka saling mencintai. Seharusnya dengan saudara hanya dibolehkan perasaan menyayangi). Tapi anime ini cukup menghibur. Kita bisa belajar melihat sisi lain otaku. Anime ini terdiri atas 2 season.

Sunday, February 23, 2014

apartemen sutan

Apartemen Sutan


Sore, tanpa kabar, tanpa berita. Menghirup nafas dalam-dalam. Duduk bertopang dagu menghadap ratan. Pohon beringin tua mengangguk-angguk. Menunggu kabar dari sang angin. Sutan, pergi menghilang tak kunjung pulang. Katanya merantau ke kota, tapi benar-benar tak jelas ke mana perginya.
Aku tak pernah memanggil Sutan dengan sebutan ’Mamas’ atau ’Kang Mas’. Biarpun selisih usia kami sepuluh tahun. Selisih usia tak jadi pembeda. Kakak atau adik sama saja. Panggilan hanya menyatakan rasa hormat; sungguh tanpa itu pun aku menghormati Sutan.
Ah, semua rindu pada Sutan. Bapak dan Mamak selalu berdoa di akhir sholat mereka, doa untuk kembalinya Sutan. Aku hanya rindu pada siulannya; saat menggodaku kala menangis. Sutan si pengambil hati semua orang. Baik hati, ramah, tapi keras kepala.
”Kota itu seperti apa?” Di halaman belakang kami berbincang; jauh sebelum dia menghilang. Aku duduk bergelung di lincak, sedang Sutan tak berkedip menatap langit berbintang. Di matanya ada sejuta harapan.
”Sangat terang. Berkelap-kelip seperti bintang”
Aku membayangkan sesuatu yang luar biasa. Rumah-rumah bercahaya. Pohon bercahaya. Kota bercahaya.
”Lalu seperti apa lagi?” Aku semakin duduk merapat. Di sini tak ada penerangan lain selain cahaya bintang. Mamak tidak membolehkan kami membawa lampu teploknya. Beruntung langit sedang cerah; langit yang baik.
”Gedung-gedung menjulang. Banyak mobil lalu lalang. Lalu apartemen...” Kulihat Sutan menghela nafas dalam. Aku mengangguk, walau tak tahu apa yang ia maksud. ”Kau tahu apa itu apartemen?” Ia menggodaku dengan tatapannya. Aku menggeleng. Memang aku tak tahu apa itu apartemen. ”Apartemen itu sama seperti rumah. Mewah, isinya lengkap. Suatu hari aku ingin tinggal di sana, bersama Mamak, juga Bapak.”
”Aku tidak diajak?” Wajahku langsung berubah cemberut karena kesal. Sutan jahat.
”Kau nanti punya aparteman sendiri. Aku yang beli.”  Sutan mengelus rambut jagungku. Kepalaku dipenuhi bayangan sebuah apartemen. Mungkin aku tidak lagi tidur dengan Bapak dan Mamak; di atas dipan kayu beralas tikar. Semua itu akan berganti dengan kasur empuk dan tebal.
”Kapan Sutan jadi kaya?” Aku meraih tangan besarnya. Seperti menggenggam tangan Bapak. Nyaman dan hangat.
”Tak lama” Ia membiarkanku memainkan jemarinya. Mamas; saudara; sekaligus teman. ”Sepuluh tahun tidak lama,” gumamnya lagi.
Aku tak paham. Sepuluh tahun itu berapa jam? Tak akan cukup dihitung dengan semua jariku, walau ditambah dengan punya Sutan.
”Sudah, sana tidur. Nanti Mamak marah.” Sutan menarik tangannya, membiarkanku pergi ke dalam dengan wajah kesal.
Malam semakin larut. Semua pergi tidur. Tak lama lagi bintang pun ikut terlelap. Doaku; semoga bermimpi indah, tentang sebuah apartemen mewah, di tengah kota penuh cahaya.
Sutan, pergi menghilang tak kunjung pulang. Katanya merantau ke kota, tapi benar-benar tak jelas kemana perginya.
”Sutan mau ke mana?” Aku berdiri di depan pintu. Menatap sendu saat ia berkemas. Baju tak lebih dari tujuh, semua dikepak dalam kardus. Celengan bambu ikut ia masukkan ke dalam. Sutan mengambil foto usang; foto yang ia gunting dari koran. Iklan dari program Keluarga Berencana, entah dengan model siapa. Di bawah gambarnya, ditulisnya dengan tulisan kecil; kecil tapi rapi. Nama Sutan, Bapak, Mamak, dan aku.
”Ke kota.” Ia tersenyum lebar, matanya berkilauan. Apa dia sudah dapat melihat gemerlapnya kota?
”Kapan pulang?” Aku akan kehilangan Sutan; Mamas; Saudara; sekaligus teman, tetapi mataku tak juga berkaca.
”Sepuluh tahun tidak lama.” Lagi-lagi jawaban sama. Sepuluh tahun itu berapa jam? Semua jariku, ditambah punya Sutan, Bapak, juga Mamak, tak akan cukup untuk menghitungnya.
Kini kardus sudah dikemas rapi. Gagahnya Sutan saat melangkah ke luar. Mencium takjim tangan Bapak dan Mamak. Lalu merengkuhku. Lama tak dilepasnya. Mamas; saudara; juga teman, akan pergi dari depan mata. Namun mengapa mataku tak juga berkaca?
”Tunggu sepuluh tahun lagi. Aku mau beli apartemen.” Sutan melambai dengan kardus di tangan kirinya. Apa uang dalam celengan cukup untuk membeli apartemen?
Sutan pergi merantau ke kota; ikut dengan Pak Tua. Kereta gerobak yang ditarik kuda, lambat laun mulai menghilang. Suaranya, sosok gagahnya, tangan besarnya, juga siulannya, semua ikut menghilang. Aku kehilangan si baik hati, ramah, tapi keras kepala.
Pohon beringin tua mengangguk-angguk, menanti kabar dari sang angin. Sutan pergi tak kunjung kembali. Tanpa kabar, tanpa berita. Sepuluh tahun hampir berlalu. Aku ingin Sutan kembali, walau untuk sekedar berbincang di halaman belakang. Tak perlu lagi mencari apartemen. Tak perlu lagi meninggalkan kami. Seandainya ia lebih cepat kembali. Seandainya ia tak perlu pergi. Kota bercahaya sudah ada di sini, meski tidak ada apartemen mewah yang menanti. Apartemen tidak berarti kalau tak ada penghuni yang disayangi.
Namun Sutan tak pernah kembali. Tak akan bisa kembali. Tak ada yang tahu kereta meluluhlantakkan raganya; membiarkan jiwanya terbang bersama harapan. Sutan pergi sepuluh tahun yang lalu, tapi tak kembali untuk menepati janji. Dimanapun dia, Tuhan dengar doaku; semoga di apartemennya kini, dia menggapai semua harapan.